Fukuoka adalah kota terbesar ketujuh di Jepang, termuda berdasarkan usia median, dan satu-satunya tempat di mana Anda bisa berada di gerbang bandara internasional 22 menit setelah meninggalkan pusat kota. Inilah landasan peluncuran bagi para founder yang terlalu mahal tinggal di Tokyo, pendaratan mulus bagi para nomad dengan visa enam bulan baru Jepang, dan — secara diam-diam — kota kuliner terbaik di negara ini.
Fukuoka terletak di ujung utara Kyushu, 90 menit penerbangan dari Seoul, dua jam dari Shanghai, dua setengah jam dari Taipei. Metro mencapai bandara internasional dalam lima pemberhentian — tidak ada kota besar lain di Asia yang menempatkan pusat kota dan landasan pacu sedekat ini.
Sebuah 1LDK di pusat sini kira-kira 30% lebih murah daripada tata letak yang sama di Tokyo, dan bahan makanan sekitar 20% di bawah Tokyo. Bukan soal kualitas — soalnya ekonomi lokal belum memasukkan premi Tokyo ke dalam harga. Itulah peluangnya.
Ramen Hakata, motsunabe, mentaiko, dan yatai (kios jajanan kaki lima terbuka di sepanjang Naka river) adalah produk khas Fukuoka. Kota ini memiliki lebih banyak restoran berbintang Michelin per kapita daripada kota mana pun di luar Fukuoka dan Kyoto, tetapi sebagian besar malam berlangsung di kursi konter seharga ¥2,000.
Fukuoka memelopori visa startup Jepang pada 2015 — landasan enam bulan untuk mendirikan perusahaan, merekrut, dan memenuhi syarat visa business-manager. Pada 2024, Jepang menambahkan visa digital-nomad enam bulan, dan Fukuoka adalah tempat pemerintah kota secara aktif menggaet kelompok ini: subsidi coworking, kelas bahasa Jepang gratis, dan meja layanan satu pintu untuk warga asing.
Jelajahi semua tempat tinggal →